Dalam hadits di terangkan bahwa Allah mempunyai 100 Rahmat, 1 Rahmat di turunkan ke dunia dan di bagikan ke semua mahluk. Dengan rahmat itulah manusia saling mencintai, dengan rahmat itulah binatang menyusui anaknya, dengan rahmat itulah unggas mengerami telurnya.
Sedangkan yang 99 Rahmat itu di sediakan khusus bagi penghuni surga, dari keterangan hadits itu kita dapat mengambil simpulan sebagai bahan perbandingan, yang 1 Rahmat saja sudah di bagikan kepada sekian jenis mahluk, dari masing-masing jenis sekian banyak, tetapi rahmat yang sekian itu masih kita rasakan banyak apalagi yang 99 Rahmat itu nanti.
Rahmat Allah yang sekian itu menurut pandangan kita sudah terlalu banyak, sehingga tidak kuasa untuk menghitungnya. Tetapi meskipun demikian, dalam pandangan Allah segala nikmat di dunia ini terlalu kecil, terlalu sedikit.
Dalam Al-Qur'an Allah berfirman :
Katakanlah; '' Sesungguhnya nikmat dunia itu hanya sebentar, dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertaqwa, dan kamu tidak akan di aniaya sedikitpun. (QS.ANNISA:77)
Rahmat yang sekian banyak kita rasakan ini oleh Allah di pandangnya sedikit, bagaimanakah nikmat akhirat, yang Allah sendiri mengatakan Banyak ?, maka sgatlah rugi seseorang yang hanya mementingkan kesenangan dunia yang hanya sedikit dan sebentar ini. Lalu kesenangan akhirat yang banyak dan kekal di sia-siakan. Dan sangat bodohlah seseorang yang hanya menumpuk kesenangan-kesenangan dunia, bermegah-megahan memuaskan hawa nafsu tetapi Akhiratnya di buang.
Bagaimanapun kayanya seseorang di dunia ini tetap tidak ada artinya di bandingkan dengan yang paling miskin di surga. Seumpamanya ada seseorang di dunia ini yang memiliki seluruh dunia ini dengan segala isinya, kemudian dunianya itu di bawa ke surga, maka nilai dunianya itu di surga adalah lebih murah di bandingkan dengan harga selembar sayap nyamuk yang sekarang.
Siapakah yang mau membeli sayap nyamuk ? jangankan membeli di beripun orang tidak mau. Seperti jijiknya orang kepada sayap nyamuk yang sekarang begitulah jijiknya orang di dalam surga kepada dunia ini nanti bahkan lebih jijik lagi. Jika sudah demikian, mengapa banyak orang yang tertipu oleh kesenangan dunia, itulah tipu daya syetan.
Setiap manusia sudah di buatkan dua buah tempat yaitu Surga dan Neraka. Di buatkan pula dua buah jalan yang satu menuju surga dan satu lagi jalan menuju neraka. Di berikan lagi dua buah penuntun, yang satu penuntun ke surga satu lagi mengajak ke neraka. Di buatkan pula dua utas tali, yaitu akal dan nafsu. Akal di pegang oleh Malaikat dan Nafsu di pegang oleh syetan yang akan mengajak ke neraka.
Jalan menuju surga tampak seram, berkerikil tajam,panas terik menyengat kulit, Namun di ujung jalan yang panjang dan angker itulah terletak Istana yang megah dengan taman yang serba indah. Di sanalah taersedia hidup yang berkecukupan, Nikmat dan kesenangan apapun sudah ada disana.
Lain jalan ke surga, lain pula jalan ke neraka. Iblis dengan semua syetan-syetannya sangat rajin menghias dan menyiapkan hiburan. Sehingga jalan itu nampak indah. Musik menghibur di sepanjang jalan, semua bentuk makanan yang enak sudah tersedia di sana. Dalam pandangan kita jalan itu memang tampak indah, tetapi ingatlah di ujung jalan yang indah itu sudah menunggu lubang-lubang dengan segala macam bentuk siksaan. Ada bara api sebesar gunung, ada ular lipan, kalajengking yang sudah siap menyengat.
Nah sekarang kita mau ikut jalan yang mana dan mau pilih rumah yang mana ???
Jika menginginkan surga Tempuhlah duri ngantuk dan panas terik matahari untuk menunaikan kewajiban. Tempuhlah duri lapar dan dahaga untuk melaksanakan kewajiban puasa. Sisihkanlah duri harta untuk menunaikan zakat dan haji jangan pilih jalan mulusnya saja. Karena dengan cara itulah Allah menguji kesetiaan hambanya.
Semoga kita selalu di berikan petunjuk oleh Allah dan di jauhkan dari tipu daya syetan.
AMIIN.
#Tafsir Al-Fatihah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar